18 Januari 2009

MASJID AL FALAAH TAMAN YASMIN VI

PENGAJIAN SHUBUH TANGGAL 18 Januari 2009

BEBERAPA CATATAN

SERANGAN ISRAEL KE PALESTINA (Lanjutan)

Ustadz : Sambo

 

Orang Israil itu mempunyai dua kitab suci, yaitu yang satu adalah yang datang dari Allah yang dinamakan Kitab taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, dan kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud. Tetapi kedua kitab tersebut hanya dalam teori saja, tidak pernah dipakainya. Kitab yang sesungguhnya mereka pegang adalah Talmud, yang isinya sangat kontras dengan apa yang ada dalam kitab Taurat dan Zabur. Taurat dan Zabur tidak jauh berbeda dengan Al Qur’an, ada beberapa persamaannya; karena dalam Al Qur’an juga membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Sedangkan kitab Talmud itu tidak ada persamaannya dengan Al Qur’an. Kitab itu sangat provokatif, dan itulah yang membuat Israel menjadi musuh sepanjang jaman. Ayat-ayat dalam kitab Talmud itu sangat povokatif, sehingga wajar kalau demikian itu terjadi terhadap saudara-saudara kita di Palestina dan kalau doktrin itu yang dianut memang tidak akan pernah selesai tentang Palestina. Kitab itu bagi orang Yahudi adalah wajib dihayati dan diamalkan, di antaranya adalah:

1. “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (non-Yahudi)” (Baba Kamma 113a).

Yang tidak boleh tipu menipu itu adalah untuk sesama Yahudi, sedangkan kepada yang bukan Yahudi boleh menipunya. Demikian pula masalah riba, di antara mereka tidak boleh ada riba, tetapi kepada orang yang bukan Yahudi diperbolehkan riba.

2. “Semua anak keuturunan Ghoyim sama dengan binatang” ( Yebamoth 98a). Yang dimaksud Ghoyim di sini khususnya adalah orang Islam, dianggap sama dengan binatang, mau diapakan saja terserah dia.

3. “Seorang Ghoyim yang berbaik kepada Yahudi pun harus dibunuh” (Soferim 15, Kaidah 10). Orang Ghoyim dianggapnya tidak mempunyai kelebihan, meskipun telah berbuat baik kepada Yahudi, karena yang bukan Yahudi itu dianggap bagaikan binatang saja.

4. “Barang siapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka ia berarti telah menghinakan Tuhan” (Chullin 19b). Dengan doktrin seperti ini, maka pantaslah orang Yahudi itu diperangi, tidak ada istilah dama untuk mereka.

5. “Orang Yahudi adalah orang-orang yang sholih dan baik di mana pun mereka berada. Sekali pun mereka juga melakukan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka” (Sanhedrin 58b). Orang Yahudi mengganggap dirinya adalah umat pilihan, berbuat dosa apapun tidak ada masalah baginya, karena mereka adalah orang baik.

6. ”Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapapun dan oleh apa pun di muka bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim” (Chagigah 15b). Seluruh manusia non Yahudi dianggapnya pelayan-pelayan yang harus setia. Semua diciptakan untuk mereka. Kalau kaum muslimin berprinsip bahwa seluruh alam semesta ini diciptakan untuk manusia, tetapi tidak demikian dengan mereka yang beranggapan bahwa seluruh alam semesta ini diciptakan untuk orang Yahudi.

7. ”Haram hukumnya berbuat baik kepada Ghoyim” (Zhohar 25b).

Kalau demikian itu doktrin orang Yahudi, maka pantasnya orang Yahudi itu diapakan? Kalau dibiarkan mereka mempunyai doktrin boleh menghabisi kita, boleh membunuh kita, dan apapun boleh mereka lakukan terhadap kita; maka tidak ada alasan lain untuk memeranginya. Kalau kita pelajari sejarah pada jaman Nabi, misalnya, berbagai kesemena-menaan mereka lakukan. Oleh karena itu tidak ada istilah damai dengan mereka. Sebenarnya perilaku mereka seperti itu, yaitu dengan entengnya membunuh manusia, tidak mengherankan, karena nabi-nabi saja mereka bunuh, apalagi manusia biasa. Dalam riwayat dinyatakan bahwa tidak kurang dari 70 orang nabi mereka bunuh. Banyak ayat yang menjelaskan bahwa mereka membunuh para nabi. Kalau nabi yang mereka bunuh adalah yang dari luar golongan mereka, mungkin hal itu masih bisa diterima akal; tetapi yang dari golongan mereka pun bunuh mereka bunuh. Misalnya nabi-nabi yang mereka bunuh adalah Nabi Zakarya, Nabi Yahya, Nabi Isa hampir pula mereka bunuh tetapi diselamatkan oleh Allah. Apalagi terhadap rasulullah SAW, mereka sangat ingin membunuhnya dengan berbagai macam cara, tetapi tidak bisa dilakukan. Kalau demikian itu doktrin Zionist Israel, bagaimana mungkin kita berdamai dengan mereka? Tidak ada cara lain, kecuali melawannya. Wilayah yang mereka kuasai, dari semula setitik dalam gambar peta di daerah Palestina, sekarang hampir semua dikuasainya. Sebenarnya serangan mereka terhadap Palestina itu nanti juga akan berhenti, gencatan senjata, begitu sudah banyak korban. Bagaimana mungkin orang dibunuh seenaknya diajak gencatan senjata?

Hebatnya orang Yahudi adalah mereka mempunyai kaki tangan di semua lini: Amerika mereka kuasai, Eropa juga mereka kuasai; baik ekonomi, milter, sosial budayanya. Ini memang sunnatullah, karena Allah juga menyatakan demikian, Kita lihat beberapa ayat tentang bagaimana sifat-sifat orang Yahudi, misalnya dalam surat Al Isro:

dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali[848] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.

[848] Yang dimaksud dengan membuat kerusakan dua kali ialah pertama menentang hukum Taurat, membunuh Nabi Syu’ya dan memenjarakan Armia dan yang kedua membunuh Nabi Zakaria dan bermaksud untuk membunuh Nabi Isa a.s. akibat dari perbuatan itu, Yerusalem dihancurkan (Al Maraghi).

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Bukan berarti karena Allah sudah menyatakan demikian, lalu kita tenang-tenang saja, tetapi harus lebih siap untuk menghadapinya. Allah menyatakan bahwa mereka membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali. Kerusakan pertama telah mereka lakukan dan mereka sudah ditaklukkan oleh pasukan-pasukan Islam, mulai jaman rasulullah hingga jaman Salahuddin Al Ayyubi. Allah menyatakan, sekarang mereka diberi kesempatan untuk menang, ” Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar”. Dalam tafsir kontemporer sekarang ini, yang dimaksud dengan harta itu adalah ekonomi, dan yang dimaksud dengan anak-anak adalah militer. Ini sudah terjadi, Yahudi ada di mana-mana: ada yang berbadan Amerika, berbadan Eropa, berbadan Asia, dsb. Tetapi Allah menyatakan pada ayat berikutnya, ”apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan seha
bis-habisnya apa saja yang mereka kuasai
”. Maksud masjid di sini adalah Masjidil Aqsha. Sekarang ini belum selesai, karena masjidil Aqsho belum mereka kuasai. Kalau masjidil Aqsha sudah mereka kuasai, maka akan turun pasukan yang pemberani. Sekarang itu belum mereka kuasai secara penuh, umat Islam masih bisa shalat di situ. Ini adalah ayat pemberi semangat kepada saudara-saudara kita di Palestina. Sekarang ini yel-yel yang paling populer di sana adalah, ”Khaibar-khaibar yaa yahuudu juyuusu muhammadin saufa ya’ti…Wahai Yahudi, ingatlah peristiwa Khaibar, pasukan-pasukan Muhammad bakal datang lagi yang dulu mereka menghancurkan kalian…” (Diingatkan ketika jaman Khaibar, yaitu ketika jaman rasulullah SAW, mereka dihancurkan oleh rasullah). Dalam hadits dinyatakan bahwa nanti orang Yahudi akan dikalahkan, sampai tidak ada tempat persembunyian lagi bagi mereka. Bahkan batu dan pohon pun menyatakan memberi tahu kalau di situ ada orang Yahudi. Tetapi wallaahu a’lam bagaimana maksudnya batu dan pohon bisa berbicara. Hanya saja itu berarti tanda-tanda akan kiamat. Kalau sekarang orang Islam yang menang, berarti kiamat telah dekat. Jadi, sepertinya peperangan ini masih lama lagi, karena kalau Yahudi sudah kalah, berarti kiamat sudah dekat.

Apa yang dilakukan oleh orang Yahudi sekarang ini adalah tindakan yang ”benar”, yaitu sesuai dengan apa yang diceritakan dalam Al Qur’an. Apa benarnya? Ya, begitulah yang mereka lakukan sebagaimana diceritakan dalam Al Qur’an: membunuhi orang Islam, menyiksanya, mengusirnya. Demikian pula tindakan orang Nasrani yang ”tenang” atas tindakan orang-orang Yahudi terhadap orang Islam, itu benar pula. Mengapa? Karena Allah pun menyatakan dalam surat Al Baqarah : 120:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Bahkan tindakan yang non Yahudi dan Non Nasrani, tetapi Non Islam; benar pula. Misalnya, peristiwa ”bom Mumbai-India”, berapa yang meninggal? Seratusan orang. Mereka heboh atas kejadian itu. Mengapa? Karena yang mati adalah orang-orang non Islam, apalagi disinyalir yang melakukan itu adalah orang Islam pula. Tetapi ribuan orang mati dibunuhi Palestina, adakah yang ribut?

Mereka tenang-tenang saja. Tindakan-tindakan musuh-musuh Islam itu diterangkan oleh Allah dalam Al Qur’an. Kita mengungkapkan atau mebaca ayat-ayat itu bukan untuk menciptakan kebencian dalam arti permusuhan, tetapi itu sudah digambarkan jauh sebelumnya agar kita waspada. Misalnya mereka membunuh para nabi, dijelaskan dalam banyak ayat, di antaranya dalam surat Al Baqarah : 61:

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk Kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi Kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, Yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

Dalam ayat 87 dijelaskan pula:

Dan Sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus[69]. Apakah Setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

[69] Maksudnya: kejadian Isa a.s. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, Yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. ini Termasuk mukjizat Isa a.s. menurut jumhur musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah Malaikat Jibril.

Demikian pula dalam ayat 91:

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah,” mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?”

Dalam surat Ali Imron : 21 dijelaskan pula:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih.

Yang dimaksud dengan pembunuh para Nabi itu adalah orang-orang Yahudi. Yang mereka bunuh bukan hanya para nabi, tetapi manusia yang menganjurkan kepada kebaikan pun mereka bunuh. Siapa yang selalu menganjurkan kepada kebaikan? Siapa yang menganjurkan kepada kebenaran dan keadilan? Umat Islam. Mengapa para nabi mereka bunuh? Karena nabi selalu menganjurkan kepada kebaikan dan kebenaran. Kalau melihat sekarang ini orang-orang Yahudi berbuat demikian, memang begitulah tabiat mereka, tidak perlu diherankan; perbuatan mereka sudah sesuai (apa yang diceritakan) dengan Al Qur’an. Merekalah yang betul-betul mengikuti “sunnatullah”, artinya sesuai dengan apa yang dikisahkan dalam Al Qur’an. Jadi, orang Yahudi “mengikuti Al Qur’an”, orang Nasrani pun “mengikuti Al Qur’an”, orang-rang non-Islam “mengikuti Al Qur’an”; tetapi orang Islamnya malah tidak mengikuti Al Qur’an. Mengapa demikian? Kita disuruh membangun kekuatan, tidak membangun kekuatan. Jadi, justru umat Islam sendiri yang tidak mengikuti Al Qur’an, padahal kita disuruh mengikuti Al Qur’an. Jangan “salahkan mereka”, ini adalah kesalahan umat Islam sendiri, mengapa tidak ikut Al Qur’an. Padahal dalam ayat dinyatakan:

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Kalau kita menelaah lebih dalam, misalnya, ibaratnya kalau orang Arab “kencing bareng-bareng”, maka negara Israel itu tenggelam. Mengapa? Israel itu dikelilingi Jordania, Mesir, Libanon, Syria, agak luar sedikit ada Arab Saudi, Irak, Iran; agak jauh lagi adalah Turki, Oman, Kuwait, Qatar. Sampai di daerah Asia hingga Afrika, semuanya adalah negara-negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam: ada Libya, Tunisia, Maroko, dlsb. Ibaratnya, kalau mereka “kencing serentak”, maka “tenggelamlah” Israel. Tetapi mengapa mereka diam saja? Padahal ayat-ayat Al Qur’an sudah jelas. Jadi, Yahudi dan Nasranilah yang “mengikuti Al Qur’an”, sedangkan umat Islam sendiri yang tidak mengikutinya.

Mengapa mereka membunuh? Allah berfirman dalam surat Al Maidah : 59:

Katakanlah: “Hai ahli Kitab, apakah kamu memandang kami sa
lah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik ?

Terjemahan ayat tersebut terlalu sederhana. Kata ”tanqimuuna” pada ayat tersebut sebenarnya mempunyai arti ”dengki, tidak suka, menyiksa, memerangi, membunuh”. Ini adalah satu akar kata dengan ”Wallaahu ’aziiun dzuntiqoom”. Arti intiqom itu adalah ”siksa”. Yang mungkin agak mirip terjemahannya adalah ”Wahai ahli kitab, mengapa kalian membenci kami, mengapa kalian memerangi kami, mengapa kalian menyiksa kami, mengapa kalian mengusir kami…..”. Ayat lain tentang tanqimuuna, misalnya dalam surat Al Buruuj : 4-8:

4. binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit[1567],

5. yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar,

6. ketika mereka duduk di sekitarnya,

7. sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman.

8. dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,

[1567] Yaitu pembesar-pembesar Najran di Yaman.

Kata “naqomuu” dalam ayat 8 sama dengan kata “tanqimuuna” Al Maidah : 59 di atas. Mereka menyiksa orang-orang beriman itu gara-gara orang itu beriman. Makanya perang di Israel itu adalah perang agama. Kalau ada yang menyatakan bahwa itu perang kemanusiaan, itu adalah tidak benar. Sekarang ini terbalik pemahamannya: orang Israel menganggap itu perang agama karena sesuai dengan Al Qur’an, kebanyakan orang Islam tidak menurut Al Qur’an. Kalau memang yang ingin diperangi adalah Hamas, maka bunuhlah Hamas, jangan bunuh anak-anak. Orang Arab saja yang tidak mengerti bahwa itu adalah perang agama. Jadi, kebencian mereka terhada orang Islam adalah gara-gara kita beragama Islam. Kita bisa melihat banyak contoh: Bosnia, Irak, Afganistan, Kashmir, Thailand Selatan, Filipina Selatan, Ambon, dlsb. Inilah yang harus kita pahami bahwa peperangan yang terjadi di Israel itu adalah peperangan agama.

Kalau Allah menyatakan bahwa itu adalah perang agama, anehnya mengapa umat Islam justru menganggapnya itu bukan agama. Misalnya, tidak kompak antara Arab Saudi dan Mesir tentang KTT di Doha yang membahas Palestina, kedua negara itu memboikot, tidak mau hadir. Hal itu mudah kita pahami, karena kedua negara itu termasuk ”teman” dekatnya Amerika: berapa ribu tentara Amerika yang ada di Saudi? Berapa miliar dollar ketika perang Kuwait? Mesir demikian pula, perbatasannya tidak dibukanya untuk memberi bantuan. Apalagi Jordania! Jadi, apa yang dilakukan oleh Yahudi, Nasrani, orang-orang Non Islam adalah ”sesuai dengan Al Qur’an”, hanya orang Islam sendiri yang tidak sesuai dengan Al Qur’an. Oleh karena itu, untuk menghadapi itu semua, maka kita harus membangun kekuatan. Kekuatan apa yang kita bangun, di antaranya adalah:

1. Kekuatan iman/Ibadah

Kekuatan iman atau akidah adalah kekuatan pertama yang harus kita bangun. Mengapa Amerika bisa mencampuri Saudi, Mesir atau negara-negara Arab lainnya? Karena kelemahan iman mereka. Orang yang beriman itu tidak boleh megambil orang di luar Islam sebagai pemimpin, tetapi mereka mengekor kepada Amerika. Jadi, ini adalah masalah kelemahan iman mereka. Arab Saudi itu kalau untuk urusan agama yang berkaitan dengan ibadah paling jempolan, tetapi urusan yang non ubudiyah, rusak! Pemerkosaan-pemerkosaan orang-orang Indonesia di sana tidaklah sedikit. Makanya para ibu kalau berhaji atau umroh jangan bersendirian. Jangankan terhadap perempuan, terhadap laki-laki yang klimis (tidak berjenggot dan tidak berkumis) sangat senang. Makanya laki-laki yang klimis-klimis hati-hati di sana. Siapa yang memperbolehkan Amerika memerangi Irak? Sebenarnya kalau negara Arab tidak mau dijadikan pangkalan dalam perang Irak, maka Amerika tidak bisa menyerang Irak. Mengapa? Karena pesawat tempur itu bahan bakarnya cepat habis, tidak akan sampai ke Irak seandainya Turki, Saudi dan Mesir tidak mengijinkan. Amerika mempunyai pangkalan militer di negara-negara tersebut. Kalau masalah ibadah, mereka jago. Oleh karena itu musuh-musuh Islam tidak pernah mengganggu ibadah, karena orang Islam itu kalau ibadahnya diganggu, pasti marah. Misalnya: dilarang shalat, bisa perang terbuka. Urusan ibadah itu sangat sensitif, oleh karena itu mereka tidak mau main-main dengan ibadah.

2. Kekuatan Ilmu

Yang dimaksud dengan ilmu di sini bukan ilmu Qur’an. Sudah banyak yang jago terhadap ilmu ini di Arab sana. Siapa yang menguasai ilmu teknologi? Bukan umat Islam. Sebenarnya orang-orang Islam itu jago-jago ilmunya: orang Pakistan (nuklir), orang Irak (Biologi-Kimia). Tentang hulu ledak nuklir, misalnya, satu tahun India membuat satu hulu ledak nuklir, tetapi Pakistan bisa membuat 5 hulu ledak nuklir. Termasuk tokoh-tokoh komputer, banyak yang jago-jagonya orang Islam. Hanya sayangnya, iman mereka sudah tidak benar, mudah dibeli. Makanya kalau ada orang Islam yang pintar-pintar, disekolahkan oleh mereka, dibiayai. Kalau sudah begitu, imannya mudah goyah. Jangankan ilmu tentang teknologi, orang yang ahli agama, kalau sudah disekolahkan oleh mereka, imannya mudah dibeli. Negara-negara Arab itu kaya-kaya, tetapi tidak ada yang menguasai teknologi. Kita pun demikian, bahkan membuat motor pun tidak bisa membuat sendiri. Masih mendingan Malaysia yang mempunyai mobil sendiri.

3. Kekuatan Ekonomi

Kalau kekuatan ilmu sudah dibangun, berikutnya adalah membangun kekuatan ekonomi.

4. Kekuatan Militer

Kalau ilmu dan ekonomi sudah kuat, maka membangun kekuatan militer. Militer itu tidak akan bisa hidup kalau tidak ada ilmu dan uang. Makanya angkatan perang Indonesia sekarang ini babak belur: yang pintar teknologi tidak ada dan tidak ada uang. Makanya ada sinyalemen kalau kita perang melawan Singapura, pesawat tempur kita kalah. Ketika tsunami saja, kapal perang yang dioperasikan masih ada kapal perang tahun 70-an.

Dari keempat kekuatan yang harus dibangun itu, ternyata kita keempat-empatnya tidak membangunnya. Sebenarnya secara ekonomi, umat Islam itu adalah kaya. Orang-orang Arab adalah kaya-kaya. Tetapi sayangnya adalah bahwa Allah telah memberikannya kekayaan bukan untuk membangun kekuatan sebagaimana diperintahkan Allah. Kita sulit untuk mengeluarkan uang dalam rangka membangun umat, tetapi coba kalau untuk politik? Parta-partai politik itu menghamburkan uang, dan kebanyakan di antara mereka adalah orang Islam. Ada partai politik yang anggaran iklannya bisa sampai hiutngan triliun rupiah. Tetapi kalau untuk urusan agama? Sulitnya bukan main. Membayar untuk pelatihan shalat, misalnya, yang hanya Rp. 500 ribu, sulit; tetapi untuk pelesiran bisa jutaan rupiah keluar. Anehnya, pelatihan digratiskan pun tidak mau ikut! Itulah kelemahan umat Islam.

Jadi, inti dari itu semua adalah bahwa umat Islam harus membangun kekuatan. Sebagaimana telah dikaji pada ayat sebelumnya bahwa perdamaian hanya bisa terjadi kalau umat Islam kuat. Karena, umat Islam itu adalah penjaga perdamaian, menjadi polisi-polisi perdamaian. Karena polisinya lemah, maka bajingannya meraja lela. Dalam Al Qur’an dinyatakan bahwa umat Islam itu adalah wasit. Karena wasitnya lemah, wasitnya digebuki penonton diam saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: