5 Agustus

MASJID AL FALAAH TAMAN YASMIN VI

PENGAJIAN SHUBUH TANGGAL 5 Agustus 2007 

TAFSIR SURAT AL BAQARAH : 120

(Lanjutan)

Ustadz :  Sambo 

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Pada kajian ini kita masih membahas surat Al Baqarah : 120, lanjutan dari pembahasan minggu yang lalu.  Ayat tersebut menceritakan kepada kita bahwa salah satu sifat Yahudi dan Nasrani adalah mereka tidak akan pernah ridho kepada kita, kaum muslimin, sampai kita mengikuti milah mereka: agama, ideologi, pola pikir, sistem politik, dlsb. 

 Bentuk ketidakridhoan mereka mulai dari yang paling kecil (tidak suka): bisa dalam bentuk propaganda-propaganda negatif, bisa dalam bentuk pelecehan, cemoohan; juga dalam bentuk lukisan-lukisan.  Betapa tidak ridhonya mereka kepada Nabi Muhammad SAW, digambarkan dalam karikatur seperti yang diterbitkan suatu majalah beberapa waktu yang lalu.  Padahal mereka itu tidak ada urusannya dengan Nabi Muhammad.  Mereka kenal Nabi Muhammad juga tidak, pernah bertemu juga tidak; tetapi karena memang seperti yang diceritakan oleh Allah, mereka tidak ridho dengan Nabi Muhammad.  Yang lebih berat lagi adalah dalam bentuk tindakan-tindakan yang menjerumus kepada kekerasan, seperti penyiksaan dan pembunuhan atau peperangan.  Apa yang terjadi di Irak, Palestina, Afganistan, Kashmir, dan beberapa tempat yang lain, adalah bentuk-bentuk ketidakridhoan mereka terhadap kaum muslimin.  Ketika mereka bisa mengungkapkan ketidakridhoan itu melalui kekuasaan, pasti itu akan mereka lakukan.  Kita bisa melihat pula, misalnya, kejadian di Bosnia Herzegovina dahulu; ratusan ribu bahkan ada yang mengatakan jutaan manusia dibunuh.   Dalam ayat tersebut digunakan kata ”wa lan tardho”, artinya ketidaksukaannya itu sampai hari kiamat.  Oleh karena itu cerita yang disampaikan dalam ayat ini bukan merupakan bentuk provokasi, tetapi pemberitahuan agar kaum muslimin mempersiapkan diri, agar berhati-hati; jangan lemah.  Kalau kaum muslimin lemah, jangan salahkan yang kuat, tetapi salahkan diri sendiri mengapa diri kita lemah.  Oleh karenanya kita dianjurkan untuk membangun kekuatan, baik kekuatan fisik maupun kekuatan mental; kekuatan dalam bidang militer, politik dan ekonomi itu harus dibangun.  Karena, begitu kita lemah, kita akan diperangi.  Itulah sebabnya mengapa Islam itu disuruh kuat.  Kalau Islam tidak kuat, maka yang terjadi adalah kedzaliman di mana-mana.  Itulah sebabnya mengapa di dalam Al Qur’an kita ini disebut ummatan wasathon, umat penengah (wasathon = wasit, penengah).  Wasit itu harus mempunyai power.  Kalau wasit tidak mempunyai power, maka ia akan digebukin orang.  Sekarang yang terjadi seperti itu, karena umat Islam tidak mempunyai kekuatan, maka dihajar di sana-sini.  Kita sebagai wasit digebuki terus, karena tidak mempunyai kekuatan; bagaimana akan bisa menyemprit orang kalau tidak mempunyai kekuatan?  ”Hei, kau offside!”.  Kata orang itu, ”He..he…he… memangnya gua pikirin!!!”.  Kita lihat dalam surat  Al Anfaal : 60-61: 

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

 Dalam ayat tersebut kita disuruh membangun kekuatan.  Islam membangun kekuatan itu bukan untuk menghancurkan umat lain, tetapi agar orang yang hatinya dzalim, yang hatinya culas, jangan ngelunjak.  Fungsi kekuatan bagi kaum muslimin adalah untuk menggetarkan musuh.   Penjahat itu kalau melihat orang bersenjata, tidak berani macam-macam. Kalau Islam mempunyai kekuatan, akan ada kedamaian; sebagaimana dijelaskan dalam ayat 60 di atas.  Tidak akan ada perdamaian, kalau Islam tidak kuat.  Misalnya, kalau ada orang berantem, ada pihak yang lemah dan pihak yang kuat; apakah pihak yang kuat mau berdamai?  Yang ingin berdamai itu adalah pihak yang lemah.  Bagi yang kuat, “Ngapain damai, saya yang menang?”.  Yang akan merasa kalah yang mengajak damai.  Maka pada ayat berikutnya dijelaskan:

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Orang Islam itu kalau kuat, akan condong kepada perdamaian, berbeda dengan orang lain kalau kuat tidak mau mengajukan perdamaian.  Itulah Islam, disuruh membangun kekuatan untuk menciptakan perdamaian.  Jadi, membangun angkatan perang itu sebenarnya dalam rangka menjaga perdamaian.

 Jadi, ketidaksukaan mereka kepada Islam bisa diekspresikan bermacam-macam, tergantung posisi kita.  Kalau posisi kita kuat, mereka tidak sukanya diekspresikan dengan hati atau mulut; tetapi kalau posisi kita lemah, kita dihajarnya. Yang akan kita bahas pada kajian ini adalah lanjutan ayat 120 (Al Baqarah): hatta tattabi’a millatahum.  Kata millah itu bisa berarti agama, pemikiran, produk-produk kebudayaan atau ideologi.  Kalau kita perhatikan, antara Yahudi dan Nasrani itu berbeda dalam menunjukkan ketidaksukaannya kepada kaum muslimin. Yahudi cara ”bermainnya” dalam hal menunjukkan ketidaksukaan itu sangat ”halus”, tetapi kalau orang Nasrani, bermainnya agak ”kasar”.  Kalau orang Nasrani memakai misionaris, langsung mengajak kepada agamanya, pemurtadannya nampak jelas.  Tetapi kalau orang Yahudi tidak mengajak kepada agama Yahudi, tetapi melalui cara-cara yang lain.  Makanya lebih mengerikan melawan Yahudi daripada Nasrani.  Kalau nampak, mudah untuk melawannya, tetapi kalau tidak nampak, maka itu jauh lebih berbahaya.  Di Indonesia, misalnya, yang banyak adalah orang Nasrani; tetapi yang berbahaya adalah Yahudi.  Mereka bisa masuk dalam bidang politik, pendidikan, kebudayaam, ekonomi; yang semuanya itu tidak kita sadari.  Kalau orang mengajak murtad, itu nampak jelas, mudah kelihatan.   Yahudi dan Nasrani itu berbeda dalam hal mengajak kepada millah mereka.  Kalau Nasrani memang ada doktrin dari bibel mereka yang mengatakan bahwa mereka disuruh untuk menyebarkan agamanya kepada seluruh umat manusia, disebutnya sebagai ”domba-domba yang tersesat”.  Tetapi kalau Yahudi tidak demikian, tidak ada doktrin untuk ”meyahudikan” seluruh manusia.  Karena, kalau Yahudi itu di samping agama juga keturunan, tidak pernah mengajak orang untuk masuk agama Yahudi.  Yang mereka lakukan bukan mengajak kepada agama mereka, tetapi mengajak kepada pemikiran Yahudi, ekonomi Yahudi, politik Yahudi, dsb.  Biarkan orang tidak masuk Yahudi,  tetapi ”kepalanya” berisi ”Yahudi”, sifat-sifatnya Yahudi, tingkah lakunya Yahudi.  Bisnis riba, misalnya, itu adalah bisnis Yahudi.  Mereka paling jago dalam urusan riba, sebagaimana telah kita kaji beberapa waktu yang lalu.  Pertama kali yang menciptakan riba itu adalah orang Yahudi.  Kita lihat dalam surat An Nisaa’: 160-161:

Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,

 dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

 Pionir-pionir riba itu adalah orang Yahudi, memakan harta secara batil.  Bagi Yahudi, tidak perlu orang masuk agama mereka, karena agama mereka adalah keturunan.  Kalaupun mengajak, itu dilakukan dengan cara kawin dengan orang Islam: perempuan-perempuan mereka kawin dengan orang di luar Yahudi.  Makanya Yahudi itu senang sekali kalau mempunyai anak perempuan, karena keturunan mereka berdasarkan garis ibu, berbeda dengan orang Islam yang mendasarkan garis keturunannya berdasarkan bapaknya.  Yang mereka anut adalah laki-lakinya kawin dengan perempuan Yahudi, perempuan mereka boleh kawin dengan orang di luar Yahudi.  Jadi, orang Yahudi itu jauh lebih berbahaya. Bagaimana bentuk-bentuk provokasi yang mereka lakukan?  Ada tiga hal yang paling berbahaya yang mereka lakukan, yaitu: (1) melalui ekonomi, (2) media massa, dan (3) militer. 

1.  Ekonomi Semua perjalanan uang harus melalui bank.  Kita kalau akan mengirim uang harus melalui transfer, sehingga bisa dilacak transaksi uang itu.  Karenanya mereka mudah saja untuk membekukan aset atau uang milik orang-orang yang mereka curigai, misalnya, sebagai teroris.  Begitulah sistem yang mereka bangun: sistem perbankan.  Kalau dipikir-pikir, kita tidak bisa lepas dari sistem ekonomi mereka.  Kita pergi ke luar negeri tidak diperbolehkan membawa uang tunai banyak-banyak, harus melalui bank.  Kalau melalui bank, mudah melacaknya.  Termasuk sistem keuangan, itu juga Yahudi, yaitu memakai uag kertas (kartal).  Orang Islam kalau mau melawan Yahudi, maka jangan memakai uang kertas, tetapi pakailah dinar (emas); matilah Amerika. Kalau dinar, nilai uang adalah sejumlah atau seberat emas pada uang itu, sedangkan kertas nilai uang itu terletak pada angka nominal pada uang itu; bahannya bernilai hampir sama meskipun nilai nominalnya berbeda.  Kalau dibandingkan, misalnya uang dolar dan uang dinar; berapa harga cetak uang dolar?  Tidak sebanding dengan nilai nominal uang itu.  Berbeda dengan dinar, nilainya adalah senilai dinar (emas) itu.  Belum lagi tukar menukarnya, dolar terlipat atau cacat tidak laku, atau nilainya turun.  Kalau dinar, dipecah pun masih berlaku.  Penjajahan besar-besaran sekarang ini adalah dalam bentuk uang ini.  Untuk melawan mereka, maka jangan gunakan uang mereka. 

2.  Media Massa Selain mereka menguasai ekonomi, mereka juga menguasai media massa.  Televisi, misalnya, umat Islam yang begitu banyak di Indonesia ini, tidak ada yang mempunyai televisi.  Ada TV swasta, awalnya adalah berlandaskan Islam, tetapi berikutnya dibeli oleh jaringan Yahudi; akhirnya semua media dikuasai oleh mereka. Yang dinamakan media, tidak hanya televisi, sekarang yang , lebih berbahaya adalah internet.  Ini bisa dijadikan mata-mata.  Sekarang semua memakai internet: pesantren-pesantren pun memakai internet.  Termasuk pula koran, radio; semua alat teknologi informasi dan komunikasi, dikuasai oleh mereka.  Coba kita perhatikan masalah pornografi, misalnya, dari sisi materinya: sangat gila-gilaan!  Pornografi melalui internet lebih gila lagi.  Foto-foto pun dengan teknologi bisa direkayasa, sehingga bisa menjatuhkan kaum muslimin. 

3.  Militer Yang dinamakan militer itu bukan hanya persenjataan saja.  Yang paling mengerikan saat ini adalah kekuatan satelit.  Dengan satelit, bisa diketahui siapa penghuni rumah kita, sedang apa pun diketahui.  Bahkan jarak ribuan km di bawah tanah itu bisa ditembak dengan satelit mereka.  Kalau kita perhatikan, dari mana mereka tahu di pelosok hutan kita ada emasnya?  Padahal akses ke arah sana rasanya tidak ada.  Dari mana mereka tahu?  Dari satelit, melalui penginderaan jarak jauh (remote sensing).  Kalau ribuan di bawah tanah saja mereka tahu, apalagi hanya di balik tembok??? Di samping itu kekuatan yang mengerikan adalah intelijen.  Yang paling hebat kekuatan militer, terutama kegiatan intelijennya, adalah Mosad, intelijen Yahudi. Kalau melihat kekuatan yang mereka miliki, rasanya tidak sanggup kita melawan mereka; kecuali dengan bantuan Allah.  Bagaimana cara melawan mereka?  Yang cukup menggembirakan adalah bahwa jago-jago, ahli teknologi mereka banyak yang orang Islam, ada orang Indonesia, ada orang Pakistan, orang India, dlsb.  Kalau suatu saat orang-orang seperti ini taubat, maka bisa berbalik arah memerangi mereka.  Saat ini memang nilai-nilai agama mereka kurang atau tidak ada, karena sudah dibrainwashing, sudah dicuci otaknya.  Siapa tahu Allah membukakan hati mereka sehingga sadar, sehingga yang tadinya, misalnya, akan menembak negara Islam, berbelok arahnya.  Allah mempunyai rencana sendiri.  Kalau umat Islam terlalu dihajar, sentimen agamnya bangkit, bisa berbalik arah.  Kita lihat firman Allah dalam surat Al Hasyr : 2: 

Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah mencampakkan ketakutan ke dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.

 Bisa jadi kaum muslimin tidak menyangka bisa mengalahkan mereka, karena melihat begitu kuatnya mereka.  Dan, mereka pun tidak menyangka bisa porak poranda, padahal mempunyai kekuatan yang besar.  Kalau bantuan dari Allah datang, maka tidak akan bisa yang menyangka.  Mereka merusak diri mereka dengan diri mereka sendiri dan tangan-tangan orang-orang yang beriman.  Mereka menghancurkan diri mereka sendiri dengan tangan mereka sendiri dan tangan-tangan orang yang beriman.  Misalnya, mereka sekarang menguasai persenjataan, kalau Allah menghendaki bisa saja persenjataan yang diarahkan ke kaum muslimin dibelokkan arahnya sehingga menghancurkan diri mereka sendiri.  Jadi, ini hanya bisa dicapai kalau dengan bantuan Allah.  Sekarang tugas kita adalah mempersiapkan keimanan kita agar kita dibantu oleh Allah SWT.  Inilah kesimpulan (ujung) dari ayat 120 Al Baqarah, kalau kita konsisten dengan agama kita, maka pertolongan akan datang,

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. 

Sebaliknya kalau tetap berpegang teguh kepada agama Allah, maka pertolongan akan datang. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: