19 Agustus

MASJID AL FALAAH TAMAN YASMIN VI

 PENGAJIAN SHUBUH TANGGAL 19 Agustus 2007 

PENGOBATAN SECARA ISLAMI

(Lanjutan) 

Ustadz :  Sambo    

Pada kajian ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang pengobatan secara Islami.  Masjid ini kita jadikan prasarana sebagai tempat dalam rangka pengobatan.  Yang dimaksud pengobatan di sini bukan dimaksudkan masjid ini kita jadikan rumah sakit, tetapi masjid ini sebagai prasarana pengobatan. Sebagaimana telah kita bahas bahwa tubuh kita itu terdiri dari jasmani dan ruhani.  Inti dari tubuh manusia itu sebenarnya terletak pada aspek ruhaninya, bukan jasmaninya.  Kalau kita meninggal, jasmani kita akan hancur dan ruhani itulah yang akan menghadap Allah SWT.  Dalam pengobatan ini kita biasanya lebih mengutamakan fisik, padahal fisik itu hanya 25%-nya, tetapi yang 25% ini yang dikejar-kejar.  Biaya untuk pengobatan yang 25% itu sangat mahal, seperti jantung dan penyakit-penyakit lainnya.  Untuk yang 25% ini, kalau perlu dokter itu jam 02.00 malam ditelepon; demi untuk jasmani.  Padahal yang 75% itu lebih mendasar pengobatannya.  Pengobatan jasmani, cukup diberi obat, padahal belum tentu benar diagnosanya.  Untuk pengobatan ruhani, tidak ada yang menelepon ”dokter”-nya pada jam 02.00 malam.  Apakah ada orang yang jam 02.00 malam datang ke masjid?  Yang membingungkan adalah yang 25% diuber-uber, tetapi yang 75% diabaikan; padahal itu lebih mendasar. Kalau kita hitung, kita itu hidup di dunia ini berapa lama?  Untuk hidup di akhirat kita akan berapa lama?  Yang kita kejar-kejar selama ini adalah yang dunia ini, padahal yang lebih lama dan kekal adalah kehidupan di akhirat.  Penyakit pun demikian, penyakita jasmani kita kejar-kejar pengobatannya, sedangkan penyakit ruhani kita abaikan.  Padahal berapa biaya untuk pengobatan ruhani?  Bisa-bisa gratis!  Dalam Islam, orang sakit itu mestinya dibawa ke masjid, meskipun dengan dipapah.  Alangkah baiknya kalau, misalnya, masjid itu selain sarana seperti tempat wudhunya baik, juga mempunyai ”penginapan” untuk para tamu.  Orang-orang yang sakit yang akan berobat bisa menginap di rumah itu. Pengobatan secara Nabi ada tujuh (7) macam: 

1.  Pengobatan dengan Shalat Sarana yang paling efektif dan paling utama untuk memperbaiki ruhani adalah shalat. 

Fungsi shalat itu minimal ada lima, yaitu:

(1) Bagaikan makanan dan minuman bagi ruhani,  

(2) Bagaikan istirahat,  

(3) Bagaikan pencuci/mandi,  

(4) Sebagai peluntur/pengobatOrang yang rajin shalat, bawaannya lebih tenang.  Kalau ia menyimpang, diluruskan  Kalau ia sakit, disembuhkan. 

(5) Sebagai Penguat Kalau ruhaninya lemah, dikuatkan dengan shalat. 

Orang yang sakit itu harus makan dan minumnya cukup, istirahatnya cukup, kebersihannya cukup, obatnya cukup, lemahnya dikuatkan; sehingga ia menjadi sembuh.  Kalau ia kotor, dibersihkan.  Kalau ia sakit, diberi obat.  Begitulah penyembuhan itu.  Dengan demikian shalat itu adalah pengobatan yang utama.  Oleh karena itu, kalau ada orang yang sakit, maka suruh ia shalat.  Penyembuhan ini bukan hanya dari segi spiritualnya saja, tetapi juga menjadi terapi.  Tentu yang dimaksud shalat di sini adalah shalat yang benar, baik gerakan maupun bacaannya; yaitu shalat yang khusyu’. Shalat yang khusyu’ itu ada tiga level, yaitu: (1) khusyu’ dasar, (2) level menengah, dan (3) level atas.   Level khusyu’ yang paling dasar adalah shalat itu sebagai kebutuhan.  Shalat itu memberi kenikmatan bagi orang yang melaksanakannya: adzan segera pergi ke masjid (bagi laki-laki), sudah mulai shalat tepat waktu.  Bagaimana orang yang butuh sesuatu itu?  Shalat itu bukan sekedar lima menit lagi, tetapi sudah lebih dari itu; minimal 10 menit, bagusnya 15 menit.  Ditambah lagi dengan shalat-shalat sunnat.  Orang yang shalatnya khusyu’ akan dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar.  Level menengah adalah shalatnya orang yang bersyukur.  Sedang level yang atas adalah shalatnya orang yang cinta. Jadi, yang pertama diperbaiki adalah shalatnya: bagi laki-laki pergi ke masjid, bagi ibu-ibu shalat di rumah; dilaksanakan tepat waktu.  Apa pun sakitnya, shalat tepat waktu ke masjid.  Kalau shalatnya sudah benar, shalat sudah menjadi kebutuhan, targetnya adalah dekat dengan Allah, yakin kepada Allah.  Ini yang membuat hatinya lebih tenang.  Dengan demikian proses penyembuhan yang lain menjadi lebih mudah: obat menjadi lebih efektif.  Pengobatan itu dimulai dari shalat. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: