Levelisasi Sholat Khusyu’

Banyak orang menggambarkan sholat khusyu’ itu menjadi sesuatu yang sangat abstrak. Memang pada hakikatnya khusyu’ itu adalah rahmat Allah, namun kita perlu menyadari pula bahwa rahmat Allah itu tidak serta merta diberikan begitu saja kepada kita, jika kita pun tidak berusaha untuk mendapatkannya.

Ikhtiar kami ini adalah salah satu cara agar khusyu’ dalam sholat dapat kita dapatkan dengan melakukan usaha-usaha tertentu yang kami formulasikan dalam tatanan yang dapat terukur, sehingga tidak abstrak lagi. Tatanan ini kami namai dengan Levelisasi Sholat Khusyu’ :

levelisasi khusyu

Khusy’u adalah suatu rangkaian, bagaimana mungkin kita mendapatkannya kalau ritual-ritual yang kita lakukan dari awal hingga akhir tidak mencerminkan kekhusyu’an. Ritual dimulai dari level persiapan yang seharusnya dimulai dengan mengukuhkan semua perhatian kita hanya kepada sholat, lalu meningkat pada level gerakan yang seharusnya kita lakukan sesuai dengan petunjuk nabi dan dengan tenang dan tuma’ninah, sebab bagaimana kita bisa mendapat kekhusyu’an kalau gerakan kita tidak benar dan terburu-buru. Level selanjutnya adalah level bacaan, tentu ucapan bacaan sholat yang kita lakukan harus sesuai dengan petunjuk nabi, dengan tartil, lirih dan menghiba. kemudian level pikiran, berusaha berkonsentrasi penuh dengan seluruh sholat kita, memahami makna namun tetap menyadari lingkungan sekitar kita, sehingga kita tetap dapat mengingat sudah berapa rakaat sholat kita misalnya. Terakhir, tingkatan yang paling tinggi adalah level khusyu’ perasaan, level ini akan membawa kenikmatan bagi yang melaksanakannya. Komunikasi dengan Allah begitu syahdunya dan inilah rahmat yang Allah janjikan itu. Nikmatnya melaksanakan sholat tentu saja tidak hanya dapat dicapai dengan melaksanakan tiap level itu dengan sebaik-baiknya, tapi juga  kita harus berusaha mengamalkan hikmah sholat pada kehidupan kita sehari-hari. tanpa pengamalan tentu rahmat Allah tidak akan turun, karena pengamalan adalah manifestasi implementasi sholat kita agar kita menjadi manusia yang menebarkan ‘rahmat’ bagi semua yang ada di sekelilingnya.

8 responses to this post.

  1. Posted by drfatnan on Juni 23, 2008 at 12:25 pm

    Subhanallah…Syukron informasinya..

    Balas

  2. Posted by susiyanto on Juli 3, 2008 at 6:52 am

    Saya baru tahu kalau khusyuk itu ada levelnya. Masalahnya tidak diajarkan dalam Al Quran dan Hadits sih.(?) Bahkan Rasulullah ketika Shalat masih mendengar adanya anak kecil yang menagis minta perhatian orang tuanya. Artinya dalam shalat itu Nabi pun masih memikirkan umat. Salam kenal

    MSKN : Tetap memperhatikan sekitar kita, asalkan tidak melalaikan dari konsentrasi sholat juga merupakan bagian dari khusyu’. Banyak hadits nabi menjelaskan hal ini, bahkan jika ada orang yang hendak melintas di depan kita, boleh dihentikan.

    Levelisasi sholat adalah sekedar ilustrasi yang disarikan dari berbagai contoh yang diberikan Nabi agar kita mudah menerapkannya. Harapannya adalah adanya peningkatan kualitas sholat kita sejak pertama kali kita belajar sholat dahulu dengan sholat kita saat ini, sebab banyak kaum muslimin justru tenggelam dalam rutinitas sholatnya tanpa ada sedikitpun peningkatan kualitas sholatnya selama bertahun-tahun.

    Balas

  3. Mas Susiyanto yang baik
    Mengenai Levelisasi Sholat khusyu yang kami ajarkan semuanya bersumber dari al-Qur’an & AlHadis, seperti bagaimana NAbi melakukan PERSIAPAN sholat, seperti apa GERAKAN dan BACAAN sholat yang diajarkan NAbi serta bagaimana mengkonsentrasikan PIKIRAN dalam sholat & mgnhadirkan PERASAAN ketika mengerjakan sholat seperti yang dituntunkan oleh NAbi. Semuanya diajarkan dan disampaikan NAbi dalam tercantum hadits2 & ayat2 yang terpisah, tidak dalam satu hadits yang utuh yang menceritakan bagaimana nabi melakukan persiapan, gerakan, bacaan, pikiran sampai perasaan.
    Tugas kami hanyalah menyarikannya &mestrukturisasi apa2 yang telah disampaikan NAbi dari berbagai sumber hadits dan ayat2 Al-Qur’an dalam bentuk levelisasi utk mencapai sholat yang khusyu, agar lebih mudah difahami dalam bahasa ummat saat ini. Syukron, semoga penjelasan ini dapat memberikan tambahan wawasan kpd MAs Susiyanto. Ujntuk lebih jelasnya Mas SUsiyanto dpat membaca buku kami Manajemen Sholat menuju Khusyu’ & Nikmat.

    Balas

  4. diantara sahnay sholat yajni dengan tumakninah

    Balas

  5. Posted by Anto on Oktober 23, 2009 at 1:58 am

    Perasaan apa? Perasaan itu banyak macamnya. Perasaan juga berubah-ubah. Keliatannya harus lebih jelas lagi dalam menerangkan dan mengupas habis level perasaan. Perasaan itu mengandung dualitas. Kalau ada nikmat, disana masih ada kemungkinan berubah menjadi tidak nikmat. Kalau ada perasaan tenang, disana masih ada kemungkinan untuk berubah menjadi tidak tenang. Padalah di dalam khusyu harusnya sudah tidak ada lagi dualitas. Tapi satu kesatuan rasa. Bahkan harap-harap cemas pun harusnya tidak ada juga. Karena mengandung perasaan yang bulak-balik itu. Terima Kasih sebelumnya.

    Balas

  6. Posted by Setiyo Purwanto on Januari 5, 2010 at 4:31 am

    makasih sangat bermanfaat terimakasih

    Balas

  7. Posted by abizacky on Oktober 27, 2011 at 4:01 pm

    assalamualaikum, ikut silaturahmi

    Balas

  8. Posted by irwan on Desember 22, 2011 at 2:39 am

    saya akan terus melatih kekhusyuk an ini,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: